INILAH.COM, Jakarta - Pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,
menilai dinaikannya tarif parkir di ibukota, dapat menjadi salah satu
alternatif untuk mengurangi kemacetan.
Menurut Dewan
Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Naenggolan, kenaikan tarif
parkir menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan, disamping
kebijakan-kebijakan yang saat ini dilakukan, termasuk dengan membangun
Jalan Layang Non Tol (JLNT) atau menjalankan sistem parkir off road.
"Penerapan
tarif parkir yang tinggi, diperkirakan dapat menekan tingginya jumlah
kendaraan pribadi yang ada di Jakarta," ujar Azas Tigor Naenggolan, di
Balai Kota Jakarta, Jumat (21/10/2011).
Azas Tigor mengatakan
hingga saat ini masyarakat masih menganggap biaya parkir yang mahal
sebagai beban. Seharusnya, masyarakat sadar biaya parkir yang tinggi
dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat di kemudian hari, termasuk
kondisi jalan yang bebas dari kemacetan.
Tigor juga berasumsi,
dengan menaikkan tarif parkir menjadi semakin mahal, jumlah masyarakat
yang mengendarai kendaraan pribadi akan berkurang. Dengan begitu,
masyarakat pun akan lebih memilih moda angkutan massal untuk bepergian,
sehingga kemacetan arus lalu lintas yang terjadi dapat ditekan.
"Penyebab
utama kemacetan kan, karena banyaknya kendaraan pribadi. Salah satu hal
yang dapat dijadikan solusi, ya tadi, menaikkan tarif parkir," ucap
Tigor.
Lebih lanjut Tigor mengatakan usul kenaikan tarif parkir
ini sudah disampaikan ke Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, dalam pertemuan
di Balai Kota. Solusi mengatasi kemacetan yang diberikan Tigor tadi
diungkapkan olehnya, terinspirasi dari beberapa negara luar, seperti
Paris, Korea, dan Singapura. Ia juga menuturkan, seharusnya biaya
parkir, semakin ke tengah kota, harus semakin mahal lagi.[bay]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar