Minggu, 23 Oktober 2011

Atasi Kemacetan, Tarif Parkir Akan Dinaikan

INILAH.COM, Jakarta - Pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menilai dinaikannya tarif parkir di ibukota, dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan.

Menurut Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Naenggolan, kenaikan tarif parkir menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan, disamping kebijakan-kebijakan yang saat ini dilakukan, termasuk dengan membangun Jalan Layang Non Tol (JLNT) atau menjalankan sistem parkir off road.

"Penerapan tarif parkir yang tinggi, diperkirakan dapat menekan tingginya jumlah kendaraan pribadi yang ada di Jakarta," ujar Azas Tigor Naenggolan, di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Azas Tigor mengatakan hingga saat ini masyarakat masih menganggap biaya parkir yang mahal sebagai beban. Seharusnya, masyarakat sadar biaya parkir yang tinggi dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat di kemudian hari, termasuk kondisi jalan yang bebas dari kemacetan.

Tigor juga berasumsi, dengan menaikkan tarif parkir menjadi semakin mahal, jumlah masyarakat yang mengendarai kendaraan pribadi akan berkurang. Dengan begitu, masyarakat pun akan lebih memilih moda angkutan massal untuk bepergian, sehingga kemacetan arus lalu lintas yang terjadi dapat ditekan.

"Penyebab utama kemacetan kan, karena banyaknya kendaraan pribadi. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi, ya tadi, menaikkan tarif parkir," ucap Tigor.

Lebih lanjut Tigor mengatakan usul kenaikan tarif parkir ini sudah disampaikan ke Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, dalam pertemuan di Balai Kota. Solusi mengatasi kemacetan yang diberikan Tigor tadi diungkapkan olehnya, terinspirasi dari beberapa negara luar, seperti Paris, Korea, dan Singapura. Ia juga menuturkan, seharusnya biaya parkir, semakin ke tengah kota, harus semakin mahal lagi.[bay]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar